Tampilkan postingan dengan label muhamad kakah firdaus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhamad kakah firdaus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

Hongkong Miliki Akses Internet Tercepat di Dunia, dengan Kecepatan Tertinggi 49.2 Mbps

Beberapa tahun di belakangan, Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan akses internet tercepat di dunia. Dan, pada tahun ini pun hal tersebut tidak berubah. Menurut data dari Akamai, Korea Selatan memiliki kecepatan rata-rata tertinggi di dunia dengan akses mencapai 14.2 Mbps. Kecepatan tersebut pun mengalami peningkatan sebesar 2.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, untuk permasalahan kecepatan tertinggi yang mampu dicapai, akses internet di Korea Selatan masih kalah dengan akses internet di Hongkong. Di sini, pengguna internet bisa memperoleh kecepatan hingga 49.2 Mbps. Kecepatan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Korea Selatan yang duduk di peringkat kedua dengan 46.9 Mbps. Meskipun begitu, nampaknya Korea Selatan pada tahun depan akan menjadi negara dengan rata-rata kecepatan internet tertinggi di dunia. Hal itu terlihat dari perubahan dari tahun ke tahun. Kecepatan tertinggi 46.9 Mbps milik Korea Selatan mengalami kenaikan sebesar 31 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan Hongkong hanya mengalami kenaikan sebesar 11 persen.
Selain itu, Korea Selatan lagi-lagi menjadi negara nomor satu yang memiliki rata-rata koneksi internet high broadband (>10 Mbps) dengan prosentase mencapai 49 persen. Dengan statistik tersebut, Korea Selatan benar-benar menjadi surga bagi para pengguna internet.
Sementara itu, Singapura menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam top 10 data dari Akamai. Negara tetangga ini duduk di peringkat ke delapan sebagai negara dengan kecepatan tertinggi rata-rata sebesar 28.3 Mbps.

7 Casing iPad Termahal Di Dunia

Sebagai komputer tablet terpopuler, banyak produsen yang berlomba-lomba membuat casing pelindung iPad. Beberapa di antaranya merupakan produk massal dan dijual dengan harga cukup murah.

Namun, ada juga beberapa case yang dibuat secara eksklusif untuk tablet keluaran Apple itu. Harganya pun jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan banderol harga iPad-nya sendiri.
Berikut adalah beberapa casing pelindung iPad yang harganya di luar batas kewajaran

7.Louis Vuitton iPad Cases
Casing pelindung bergaya ini bikinan rumah mode ternama, Lous Vuitton. Meski bentuknya terkesan biasa saja, casing ini dibanderol di kisaran harga Rp 3 jutaan.

6.Oscar de la Renta Degrade Python - USD390
Sesuai namanya, casing iPad ini terbuat dari kulit ular phyton. Memang tekstur dan warnanya mirip dengan kulit ular. Harganya cukup menjulang, hampir sama dengan iPad versi termurah.

5.Burberry of London iPad Cover - USD475
Cover iPad ini diperlengkapi dengan retsleting untuk membungkus iPad dengan aman. Tersedia dalam beberapa pilihan warna, casing yang cukup trendi ini harganya nyaris Rp 5 juta.

4.Yves Saint Laurent iPad Case - USD595
Aksesoris iPad memang cukup banyak dikeluarkan oleh rumah mode tenar. Seperti Yves Saint Lauren yang turut merilis pelindung iPad nan gaya ini, tentunya dengan harga yang aduhai menguras isi kantong.

3.Orbino Padova Crocodile Skin - USD689
Casing pelindung ini termasuk yang paling mahal harganya. Salah satu faktornya karena terbuat dari kulit buaya dan desain berkelas.

2.Chanel iPad Case - USD1.555
Casing nan elegan ini tampaknya cocok untuk kaum wanita. Tunggu dulu, siapkan kocek di atas Rp 10 juta untuk membawanya pulang. Ya, casing ini lebih mahal dari motor baru.

1.Tods Alligator Skin Covers - USD4.900
Pelindung iPad ini harganya benar-benar di luar kewajaran, di kisaran Rp 50 juta. Bahannya konon memang terbuat dari kulit aligator terbaik.
 

Kamis, 11 Oktober 2012

3 Remaja Jadi Jutawan Berkat Teknologi


Dunia digital membuka peluang tak terkira. Salah satunya: menjadi triliuner tanpa perlu menunggu rambut beruban terlebih dahulu. Semenjak masih remaja, sejumlah ABG geekkini telah menjadi Richie Rich.

Semua orang tahu, salah satu ikon Richie Rich 2.0 adalah Mark Elliot Zuckerberg, pendiri Facebook. Pemuda yang drop out dari Universitas Harvard dan kini berusia sekitar 27 tahun ini, telah menjadi kaya raya ketika usianya baru menginjak usia 20. Hingga Maret 2011, anak dokter gigi ini ditaksir memiliki kekayaan hingga US$13,5 miliar atau setara Rp121,5 triliun—yang menempatkan dia di daftar orang terkaya ke-19 di Amerika Serikat. Majalah Forbes mentahbiskan dia di posisi ke-52 orang terkaya sejagat. Goldman Sach menaksir Facebook tak kurang bernilai US$50 miliar.
Berikut adalah 3 remaja kaya karena teknologi:
1. Robert Nay
foto-menarik.blogspot.com - 3 Remaja Kaya Raya Karena Teknologi

Pecandu mobile game dan pengguna iPhone pastinya tak asing dengan Angry Fish. Saking populernya, game ini sempat menduduki posisi nomor 1 aplikasi yang paling banyak diunduh di iTunes App Store. Namun, sejak awal 2011 lalu, tanpa ampun Angry Fish didepak oleh Bubble Ball, sebuah game baru ciptaan Robert Nay, seorang ABG berusia 14 tahun. Ini semacam puzzle game di mana pemain diuji kemampuan berpikirnya untuk membuat gelembung balon sampai di tujuan.

Game gratis ini, tercatat sudah diunduh dua juta lebih orang, hanya dua minggu semenjak diluncurkan. Dengan hitungan-hitungan kasar bahwa untuk setiap game yang diunduh, Apple membayar US$0,99–setara Rp9.000– Nay sudah mengantongi pendapatan sebesar US$2 juta atau Rp18 miliar, sekali lagi, hanya dalam dua pekan.

Seperti diberitakan laman ABC, Nay memulai mengenal dunia programming ketika dia pertama kali membuat halaman web saat dia duduk di bangku kelas tiga SD. Melihat bakat luar biasanya, teman-temannya lalu meminta dia membuat game sendiri.

Perjalanan Bubble Ball dimulai dari riset Nay di sebuah perpustakaan lokal. Di situ, dia menemukan program bernama Ansca Monile's Corona SDK (Software Development's Kit), yang membantu dia untuk menyederhanakan proses pemrograman game yang dirancangnya itu.

Selama sebulan lebih, Nay yang sekarang menjadi CEO Nay Games, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menyelesaikan programnya—total terdiri dari 4.000 baris lebih kode program. Total biaya yang dihabiskannya sekitar US$1.200—berasal dari uang pemberian orangtua Nay, untuk membeli komputer Macintosh dan sejumlah software.

Sukses dengan Bubble Ball, Nay kabarnya sedang mempersiapkan game baru yang lain. Apa game itu, dia masih rapat merahasiakannya.


2. Mark Bao
foto-menarik.blogspot.com - 3 Remaja Kaya Raya Karena Teknologi

Remaja ajaib lain adalah Mark Bao, saat ini berusia 18 tahun dan masih bersekolah di sebuah SMA di Boston, AS. Dalam usia semuda itu, Bao sudah memiliki 11 unit bisnis digital. Tiga di antaranya sudah berhasil dia jual.

Bao kini menjabat sebagai CEO Avecora, sebuah perusahaan yang dia gambarkan bertujuan untuk "mengubah secara fundamental cara kita berkomunikasi dan memfasilitasi interkoneksi antar semua orang dan perangkat komunikasi." Jaringan global ini rencananya akan dia luncurkan pada 2013. Selain itu, dia juga memiliki beberapa proyek startup lain seperti Genevine, Supportbreeze, dan Classleaf.

Tidak hanya itu, berpendirian bahwa "berkontribusi balik kepada masyarakat melalui mekanisme nonprofit adalah sesuatu yang sangat penting untuk saya", Bao mendirikan organisasi nonprofit, Genevine Foundation dan The Center for Ethical Business.

"Saya bergerak cepat. Saya ambisius. Saya hadir untuk membawa perubahan," begitu Bao mendeskripsikan dirinya.

Dalam sebuah wawancara dengan juniorbiz.com, Bao mengatakan cita-citanya adalah mengumpulkan kekayaan hingga US$10 miliar atau Rp90 triliun. Dari jumlah itu, 80 persen akan dia sumbangkan kepada organisasi nonprofit di bidang penelitian dan bantuan kemanusian. "Adapun 5 persen lainnya akan digunakan untuk membantu perusahaan startup untuk tumbuh," ucap Bao.

Bao—seorang imigran China—mulai menjadi teknopreneur sejak dia duduk di bangku kelas 5 SD. Menggunakan Visual Basic 6.0 dia menulis sebuah aplikasi sederhana untuk mengatur jadwal membuat PR dan membantu dia menulis makalah. Dia lalu mengkopi program itu ke disket dan menjualnya ke teman-teman sekolah.

Startup pertama dia diluncurkan di tahun pertamanya di SMA. Namanya Debateware.com. Ini adalah system manajemen even untuk organisasi debat. Bao dan partner bisnisnya berhasil menjual program ini ke sebuah organisasi debat terbesar di AS.


3. Adam Horwitz
foto-menarik.blogspot.com - 3 Remaja Kaya Raya Karena Teknologi

Daftar Richie Rich tak bakal komplit tanpa memasukkan nama Adam Horwitz. Seperti ditulis juniorbiz.com, Horwitz memulai petualangan digitalnya ketika dia masih duduk di bangku kelas satu SMA di Pacific Palisades, saat berumur 15 tahun. Ketika itu ia membuat sebuah blog gosip gila-gilaan tentang teman-teman sekolahnya. Para orangtua yang was-was dengan dampaknya, memaksa dia menutup blog ini.

Horwitz lalu membuat Urban Stomp. Ini website yang menampilkan berbagai acara musik dan lokasi pesta di sekitar wilayah tersebut. Urban Stomp pernah berhasil mendatangkan 800 orang di sebuah pesta. Entah kenapa, dia memutuskan untuk menutupnya setelah beroperasi beberapa pekan.

Horwitz kini menjalankan perusahaan yang bertujuan mengajari remaja berumur 15 tahun ke atas untuk mencari uang online. Dia meluncurkan Mobile Monopoly dan Cell Phone Treasure, di mana masing-masing telah menghasilkan US$100 ribu atau sekitar Rp900 juta. Selain itu, dia juga sedang membangun satu platform baru, yang dinamainya Dude I Hate My Job. Ke mana-mana, ABG ini melesat dengan sedan mengkilat Audi A5 2010.

Dalam sebuah wawancana dengan juniorbiz, Horwitz mengatakan pebisnis muda seringkali menemui hambatan berupa stereotip dari masyarakat. "Orang pada awalnya tidak percaya pada saya. Teman-teman saya juga selalu beranggapan kamu tidak bisa berbisnis pada usia dini," katanya.

Padahal, kata dia, berbisnis mulai usia muda punya banyak keuntungan. Salah satunya adalah tidak harus membayar pajak karena masih tinggal bersama orangtua.

"JIka kamu seorang entrepreneur muda dan sedang berusaha membangun bisnis online raksasa, jangan pernah berpikir kamu tidak bisa mewujudkannya," Horwitz berpesan. "Dengan Internet, kamu bisa melakukan hamper apa saja.